Pengalaman Saya Freelance di Fiverr Sampai Level 1

Pengalaman Saya Freelance di Fiverr Sampai Level 1

Banyak orang ingin mencoba freelance di internet, tapi sering bingung harus mulai dari mana. Saya sendiri termasuk orang yang suka mencoba berbagai peluang di dunia digital. Salah satu yang akhirnya cukup cocok dengan saya adalah freelance di Fiverr.

Di artikel ini saya ingin berbagi pengalaman pribadi bagaimana perjalanan saya di Fiverr sampai akhirnya bisa mencapai Level 1. Ceritanya cukup panjang, ada eksperimen, ada order yang menggantung, sempat vakum beberapa bulan, tapi akhirnya kembali lagi.

Saya ceritakan saja seperti ngobrol santai ya.


Awal Mulai Freelance di Fiverr

Awalnya saya tertarik mencoba Fiverr karena konsepnya cukup sederhana. Berbeda dengan banyak platform freelance lain yang mengharuskan kita mengirim proposal ke klien, di Fiverr kita cukup membuat gig.

Gig itu seperti katalog layanan yang kita tawarkan. Misalnya:

  • jasa desain
  • jasa pembuatan website
  • jasa edit video
  • jasa penulisan artikel
  • dan lain sebagainya.

Klien yang membutuhkan layanan tersebut bisa langsung menemukan gig kita melalui pencarian Fiverr.

Jadi sistemnya lebih simpel:

  1. Kita buat gig
  2. Gig muncul di pencarian
  3. Klien menemukan gig kita
  4. Klien melakukan order

Konsep ini yang membuat saya merasa Fiverr cukup menarik.


Awal-awal Gig Sepi, Jadi Saya Ubah Terus

Di awal menggunakan Fiverr, tentu saja tidak langsung ramai. Bahkan bisa dibilang cukup sepi.

Waktu itu saya mencoba berbagai cara supaya gig saya bisa lebih terlihat. Salah satunya adalah sering mengubah gig.

Saya mencoba:

  • mengganti judul gig
  • memperbaiki deskripsi
  • mengubah gambar gig
  • menyesuaikan layanan yang ditawarkan

Kadang gig yang sudah dibuat saya ubah lagi. Tujuannya sederhana, mencari format yang paling cocok dan yang paling menarik perhatian klien.

Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya mulai ada gig yang lumayan sering dilihat dan mulai mendapatkan order.

Dari situ saya mulai paham bahwa di Fiverr memang perlu sedikit eksperimen di awal.


Pernah Ditawari Kerja di Luar Fiverr

Ada juga pengalaman menarik ketika saya mulai mendapatkan beberapa order.

Beberapa klien pernah menawarkan untuk bekerja langsung di luar Fiverr. Biasanya mereka ingin melanjutkan kerja sama tanpa melalui platform.

Secara logika, kalau lewat luar Fiverr memang terlihat lebih menguntungkan karena tidak ada potongan komisi.

Seperti yang kita tahu, Fiverr mengambil sekitar 20% dari setiap transaksi.

Tapi saya tetap memilih untuk mengerjakan melalui Fiverr. Alasannya sederhana.

Kalau order dilakukan di luar Fiverr:

  • order tidak tercatat
  • pendapatan tidak dihitung
  • progres menuju Level 1 juga tidak bertambah

Padahal salah satu syarat naik level adalah jumlah order yang selesai.

Jadi walaupun harus dipotong 20%, saya tetap memilih menjalankan order lewat Fiverr.


Pernah Juga Order Menggantung Karena Klien

Freelance itu tidak selalu berjalan mulus. Ada juga pengalaman yang agak kurang menyenangkan.

Pernah ada klien yang sudah melakukan order, saya sudah mulai mengerjakan, tapi kemudian klien tidak memberikan respon lagi.

Akhirnya order tersebut menggantung cukup lama karena klien tidak menyelesaikan prosesnya.

Situasi seperti ini memang kadang terjadi di dunia freelance. Kita tidak bisa sepenuhnya mengontrol bagaimana klien berkomunikasi.

Untungnya sistem Fiverr biasanya tetap memiliki mekanisme agar order bisa selesai secara otomatis setelah waktu tertentu.

Walaupun begitu, pengalaman seperti ini tetap menjadi pelajaran.


Sempat Vakum Beberapa Bulan

Dalam perjalanan freelance di Fiverr, saya juga sempat vakum beberapa bulan.

Bukan karena berhenti total, tapi lebih karena sedang sibuk dengan pekerjaan lain. Jadi akun Fiverr sempat tidak terlalu aktif.

Waktu itu saya sempat berpikir mungkin akun akan benar-benar sepi ketika kembali.

Tapi ternyata tidak sepenuhnya begitu.


Kembali Aktif dan Masih Ada Order

Setelah beberapa bulan tidak terlalu aktif, akhirnya saya kembali membuka Fiverr lagi.

Yang cukup mengejutkan, ternyata masih ada saja:

  • klien yang chat
  • klien yang bertanya
  • bahkan ada juga yang langsung order

Dari situ saya mulai menyadari sesuatu.

Sistem Fiverr sebenarnya cukup merata dan stabil. Selama gig kita masih aktif dan relevan, kemungkinan tetap ada orang yang menemukannya.

Memang mungkin tidak selalu ramai, tapi biasanya selalu ada saja peluang yang datang.


Akhirnya Mencapai Level 1 di Fiverr

Setelah melalui berbagai pengalaman tersebut, akhirnya akun saya berhasil mencapai Level 1 di Fiverr.

Namun untuk mencapai ini, saya tidka bisa sendirian, tentunya ada partner yang jago desain yang mengerjakan projekprojek yg di pesan client.

Memang belum level yang tinggi, tapi bagi saya ini tetap sebuah progres.

Salah satu keuntungan ketika mencapai Level 1 adalah kita bisa membuat lebih banyak gig. Kalau tidak salah jumlahnya bisa sampai sekitar 10 gig.

Dengan lebih banyak gig, peluang untuk mendapatkan order juga semakin besar.

Sekarang strategi saya cukup sederhana:

  • membuat beberapa gig sesuai skill
  • membiarkan gig tetap aktif
  • jika ada notifikasi order atau chat, baru saya cek dan kerjakan

Cara ini cukup fleksibel dan tidak terlalu mengganggu aktivitas lain.


Kesimpulan: Fiverr Cocok untuk yang Tidak Mau Ribet

Dari pengalaman saya, Fiverr adalah platform freelance yang cukup cocok untuk orang yang tidak ingin terlalu ribet.

Kita tidak perlu terus menerus membuat proposal seperti di beberapa platform lain. Cukup membuat gig yang bagus, lalu biarkan sistem bekerja.

Memang tetap perlu usaha di awal:

  • membuat gig yang menarik
  • mencoba beberapa strategi
  • memahami bagaimana sistem Fiverr bekerja

Tapi setelah berjalan, semuanya terasa lebih santai.

Dan yang paling penting, selalu ada kemungkinan tiba-tiba muncul notifikasi order baru.

Itulah sedikit cerita pengalaman saya freelance di Fiverr sampai akhirnya mencapai Level 1.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *