Sebenarnya peluang untuk menghasilkan uang dari internet itu sangat banyak.apalagi dalam era digital dan moderen seperti sekarang ini, Tinggal kita mau mencoba atau tidak. Saya termasuk orang yang suka mencari peluang, terutama peluang yang bisa menghasilkan dari dunia digital.
Salah satu jalan yang cukup menarik menurut saya adalah menjadi freelancer di berbagai platform online. Ada banyak portal freelance yang bisa kita gunakan, seperti Fiverr, Sribu, Freelancer, dan masih banyak lagi.
Saya sendiri pernah mencoba beberapa platform tersebut. Dari pengalaman itu, akhirnya saya menemukan mana yang paling cocok dengan karakter saya.
Mencoba Beberapa Platform Freelance
Awalnya saya mencoba beberapa platform freelance seperti Freelancer ,Sribu atau platform lainya . Di platform seperti ini, biasanya kita harus membuat proposal untuk setiap pekerjaan yang kita inginkan.
Jadi alurnya kira-kira seperti ini:
- Klien membuat proyek
- Freelancer mengirim proposal
- Klien memilih siapa yang akan mengerjakan
Sebenarnya sistem ini bagus, tapi jujur saja menurut saya cukup melelahkan. Kita harus sering membuat proposal, bersaing dengan banyak freelancer lain, dan belum tentu juga dapat proyeknya.
Apalagi saya termasuk orang yang agak cepat bosan dan kadang kurang teliti. Jadi kalau harus terus menerus membuat proposal, rasanya kurang cocok dengan gaya kerja saya.
Pengalaman Menggunakan Sribu
Saya juga pernah mencoba platform Sribu. Konsepnya sebenarnya cukup menarik.
Di Sribu ada dua jenis sistem pekerjaan:
1. Kontes desain atau proyek
Freelancer mengirimkan karya, lalu klien memilih yang terbaik.
2. Proyek langsung
Klien memilih freelancer untuk mengerjakan proyek.
Masalahnya, untuk kontes peluangnya cukup kecil. Kadang kita sudah membuat desain atau pekerjaan, tapi ternyata tidak terpilih. Jadi tenaga yang kita keluarkan tidak selalu menghasilkan.
Walaupun begitu, Sribu tetap menjadi salah satu platform freelance yang cukup bagus, terutama untuk pasar Indonesia.
Kenapa Fiverr Menurut Saya Paling Worth It
Dari beberapa platform yang saya coba, akhirnya saya merasa Fiverr adalah yang paling cocok.
Konsep Fiverr berbeda dengan platform freelance lain.
Di Fiverr kita tidak perlu membuat proposal untuk setiap proyek. Kita hanya perlu membuat gig.
Gig itu seperti katalog layanan yang kita tawarkan. Misalnya:
- jasa desain
- jasa pembuatan website
- jasa edit video
- jasa penulisan artikel
- dan lain-lain
Setelah gig kita aktif, klien bisa langsung menemukan layanan kita melalui pencarian Fiverr.
Jadi alurnya jauh lebih simpel:
- Kita membuat gig
- Gig muncul di pencarian
- Klien datang sendiri
- Klien melakukan order
- Dapat deh Cuan

Menurut saya ini jauh lebih enak.
Sekarang Saya Sudah Level 1 di Fiverr
Saat ini akun Fiverr saya sudah mencapai Level 1. Walaupun masih level awal, tapi sudah cukup membantu.
Salah satu keuntungan naik level adalah kita bisa membuat gig lebih banyak.
Kalau tidak salah, untuk Level 1 kita bisa membuat sekitar 10 gig. Jadi peluang untuk mendapatkan order juga semakin besar.
Strateginya sederhana saja:
Saya buat beberapa gig sesuai skill yang saya punya, lalu saya tinggal jalankan seperti biasa.
Kalau ada klien yang order:
- saya lihat notifikasinya
- baca brief dari klien
- kalau cocok saya kerjakan
Kalau tidak ada order, ya tidak masalah. Gig tetap ada di sana dan bisa saja suatu saat ada klien yang datang.
Freelance Cocok Untuk Orang yang Suka Eksplor Peluang
Menurut saya dunia freelance itu cocok untuk orang yang suka mencoba peluang baru.
Tidak harus langsung sukses besar. Kadang kita hanya perlu mencoba beberapa platform sampai menemukan yang paling cocok.
Setiap orang bisa punya pengalaman yang berbeda.
Ada yang sukses di Freelancer, ada yang cocok di Upwork, ada juga yang nyaman di Fiverr.
Bagi saya pribadi, Fiverr adalah yang paling simple, fleksibel, dan tidak terlalu ribet.
Penutup
Dari pengalaman saya mencoba berbagai platform freelance, akhirnya saya belajar satu hal.
Di dunia digital itu peluangnya banyak sekali. Tapi kita perlu menemukan sistem yang paling cocok dengan karakter kita.
Kalau kamu tipe orang yang tidak suka ribet membuat proposal, mungkin Fiverr bisa jadi pilihan yang menarik untuk dicoba.
Cukup buat gig, optimasi sedikit, lalu biarkan sistem bekerja.
Siapa tahu, suatu hari tiba-tiba ada notifikasi order masuk.
Dan itu rasanya cukup menyenangkan.

